|
Ibadah Raya Malang, 26 Oktober 2025 (Minggu Pagi) [reload halaman ini - auto reload 5 menit] Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Wahyu 22:20-21 22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! 22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin. Wahyu 22:18-21 adalah peringatan ketujuh kepada gereja Tuhan supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali. 'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Yesus untuk datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, sebagai Kepala. 'Amin, datanglah Tuhan Yesus' = kesiapan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita Sorga untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Yesus dan gereja Tuhan sudah siap, sehingga terjadi pertemuan antara Yesus, Mempelai Pria Sorga dengan gereja Tuhan, mempelai wanita Sorga, di awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, yang merupakan pintu masuk ke kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya. Nikah rohani adalah pintu masuk Firdaus dan Yerusalem Baru. Oleh sebab itu, mulai sekarang kita harus menjaga nikah jasmani (kebenaran, kesucian, kesatuan sampai kesempurnaan nikah) mulai masa permulaan nikah, perjalanan nikah, sampai akhir nikah. 1 Korintus 13:12 13:12Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Supaya kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai (masuk Perjamuan Kawin Anak Domba), maka kita harus memiliki pandangan rohani yang semakin meningkat dan jelas sampai kita bisa melihat Yesus muka dengan muka. Bagaimana caranya? Wahyu 19:9 19:9 Lalu ia berkata kepadaku: ”Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: ”Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Kita harus menerima undangan dari Tuhan untuk masuk Perjamuan Kawin Anak Domba lewat Kabar Mempelai (cahaya injil tentang kemuliaan Yesus = firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua). Saat menerima undangan kita berbahagia, artinya saat mendengar firman pengajaran yang benar yang menunjuk dosa-dosa kita, maka kita harus bahagia, sampai kita taat dengar-dengaran (mempraktekkan firman pengajaran yang benar). Kita mengalami penyucian yang semakin meningkat sehingga pandangan rohani kita kepada Yesus juga semakin meningkat mulai dari mengenal/ memandang Yesus sebagai Juruselamat yang menyelamatkan kita, memberkati kita, menolong kita, Yesus sebagai Tabib, dst. Sampai kita mengenal/memandang Yesus sebagai Raja segala Raja, Mempelai Pria Sorga. Bahkan sampai kita bisa memandang Yesus muka dengan muka di awan-awan permai. Yohanes 6:15 6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, yaitu menjelang kedatang Yesus kedua kali justru banyak gereja Tuhan, hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang mengikut, melayani Yesus untuk mengejar perkara jasmani (kemakmuran dan hiburan jasmani) sehingga mengabaikan bahkan menolak pemberitaan firman pengajaran yang benar -- melihat Yesus sebagai raja dunia (pandangan jasmani). Akibatnya: - Yesus menyingkir, artinya gereja Tuhan tidak pernah merasakan hadirat Tuhan dalam ibadah pelayanannya = kering rohani = terpisah dari Yesus. - Buta rohani, artinya hanya memiliki pandangan jasmani tetapi tidak memiliki pandangan rohani sehingga tidak bisa melihat Yesus muka dengan muka maka pasti ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali (binasa selamanya). Praktek buta rohani : a) 1 Yohanes 2:11. Membenci saudara, artinya tidak mengasihi sesama bahkan saudara kandung sehingga pasti tidak mengasihi Tuhan (1 Yohanes 4 : 20). Hidupnya tanpa kasih = tanpa matahari. b) 2 Petrus 1 : 9. Lupa pengampunan dosa, artinya selalu mengulang - ulang dosa sampai menjadi puncak dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) = hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, bahkan enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa. Hidupnya tanpa penebusan oleh darah Yesus = tanpa bulan. c) Wahyu 3: 16-17. Suam - suam rohani, artinya tidak panas (tidak setia berkobar - kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir) dan tidak dingin (tidak damai sejahtera tetapi selalu ada iri hati, benci, perasaan tidak suka, dendam, gosip, dsb). Sehingga dimuntahkan oleh Tuhan = tidak berguna dan menjijikan. Hidupnya tanpa Roh Kudus = tanpa bintang. :: Gereja Tuhan yang hanya memiliki pandangan jasmani tanpa pandangan rohani (buta rohani) = tanpa matahari, bulan dan bintang. Kisah Rasul 27 : 18-20. Perjalanan mengikut Yesus bagaikan menaiki kapal menyeberangi lautan dunia untuk menuju pelabuhan damai sejahtera. Jika menyeberang dengan keadaan buta rohani (tanpa matahari, bulan dan bintang) maka pasti menghadapi : a) Angin badai = krisis secara jasmani (masalah - masalah jasmani yang mustahil) sehingga apa yang sudah diperoleh selama ini pasti dibuang dengan tangan sendiri (yang ada dalam muatan kapal dibuang) = semua menjadi sia - sia. Namun, jika ada matahari, bulan dan bintang maka tangan Tuhan yang bekerja untuk mengumpulkan segala yang kita butuhkan. b) Kisah Rasul 27:41. Menabrak busung pasir. Matius 7:26-27. Busung pasir artinya mendengar perkataan Yesus (pemberitaan firman pengajaran yang benar) tetapi tidak mempraktekkannya sehingga keadaannya seperti rumah yang dibangun di atas pasir, rubuh dan hebat kerusakannya (tidak bisa diperbaiki lagi). Jika kapal menabrak busung pasir maka : - Buritannya hancur (tidak ada lagi kasih mula - mula, artinya tanpa pertobatan, tanpa kebenaran, tanpa ketaatan pada firman, Wahyu 2:1-6) = pembuat kejahatan. Akibatnya Kaki Dian (Pelita Emas) diambil sehingga gelap, maka pasti takut, gelisah, stres, tidak ada damai sejahtera, tidak bisa menjadi terang dunia, tidak bisa sempurna. Wahyu 12 : 1. -- Ketinggalan dan binasa selamanya. - Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak, artinya hidupnya tidak bisa maju sekalipun sudah berusaha semaksimal mungkin. Efesus 2: 11-13. Keadaan bangsa Kafir adalah "5 tanpa" tanpa sunat; tanpa Kristus (tanpa urapan Roh Kudus); tanpa janji (tanpa hidup kekal); tanpa pengharapan (mudah kecewa, putus asa, sampai tinggalkan Tuhan atau bangga sampai meninggalkan Tuhan); dan tanpa Allah (tanpa kasih). Kalau ada 5 tanpa ini maka hidup kita pasti binasa, tetapi syukur ada luka ke-5 Yesus yang menebus kita. 1 Korintus 6: 19-20. Kapal yang rusak (hidup yang hancur - hancuran) sudah ditebus dengan harga yang mahal yaitu darah Yesus yang mahal sehingga kita bisa menjadi rumah Tuhan untuk memuliakan Tuhan. 1 Korintus 7:23. Tugas kita sekarang adalah menjadi hamba Tuhan yang melakukan kehendak Tuhan untuk memuliakan Tuhan. Tujuan utama Tuhan menebus kita adalah supaya kita bisa beribadah melayani Tuhan untuk memuliakan nama Tuhan. Bagaimana caranya supaya kita bisa memuliakan Tuhan? 1) Lukas 3:21-23. Mulai dari masuk baptisan air yan benar, yaitu orang yang percaya Yesus sebagai Juruselamat dan bertobat (mati terhadap dosa) harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan keluar dari dalam air bersama Yesus sehingga kita beroleh hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran. 2) Yesaya 49 : 3-4. Beribadah melayani Tuhan tanpa pamrih, artinya hanya melakukan kewajiban tanpa menuntut hak sehingga hak dan upah kita ada pada Tuhan (diberikan tepat pada waktunya). 3) Yohanes 21: 18-19. Mengalami percikan darah, yaitu sengsara daging karena Yesus (tanpa dosa) untuk memuliakan Tuhan, untuk beribadah melayani Tuhan, untuk berdoa puasa/semalam suntuk, juga dihina karena Yesus (1 Petrus 4: 12-14). Mengapa kita diizinkan mengalami percikan darah? Supaya kita mengalami Roh Kemuliaan. Kisah Rasul 10 : 44-45. Wahyu 22:21. Hidup dalam Roh Kemuliaan hidup dalam Roh Kudus = hidup dalam kasih karunia Tuhan. Hasilnya : = (a) Keluaran 14: 13-16. Roh Kemuliaan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu dari takut pada sesuau di dunia sampai melawan Tuhan menjadi takut akan Tuhan sehingga kita bisa taat dengar - dengaran pada Tuhan; dari bersungut - sungut menjadi berseru nama Yesus. :: Taat dan berseru nama Yesus = berdiam diri. Maka Tuhan yang akan berperang ganti kita. (b) Keluaran 14 : 18-21. Roh Kudus sanggup membelah laut Kolsum, artinya ada jalan terbuka bagi kita, yaitu pintu pemeliharaan Tuhan secara ajaib di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi 3,5 tahun, pintu penyelesaian masalah mustahil, pintu rahim juga terbuka, pintu masa depan terbuka dan ada pintu pengangkatan bagi kita yang telah jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa sehingga kita bisa hidup benar dan sucu maka kita tetap dipakai Tuhan. (c) Roh Kudus, Roh Kemuliaan sanggup mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus. Tuhan memberkati. |