Ibadah Doa Malang, 17 Mei 2022 (Selasa Sore)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus.

Wahyu 16: 7
16:7. Dan aku mendengar
mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."

Pelayan Tuhan berada pada mezbah Tuhan yaitu:



  1. Mezbah korban bakaran= percaya dan bertobat.

  2. Mezbah dupa emas= menyembah Tuhan.


Pelayan Tuhan yang demikian akan selalu mengulurkan dua tangan kepada Tuhan, sehingga bisa mengetahui dan mengakui bahwa Tuhan maha benar dan maha adil dalam penghakiman-Nya atas orang-orang yang harus menerima, tetapi juga bisa merasakan dan mengakui bahwa Tuhan maha murah dan maha baik, sehingga Ia selalu mengulurkan tangan kemurahan dan kebaikan-Nya bagi kita yang selalu berada pada mezbah itu--bertobat dan menyembah Dia.

Mazmur 136: 1-4
136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
136:2. Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
136:3. Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
136:4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

'kasih setia-Nya'= kemurahan-Nya.
Tuhan mengulurkan tangan kemurahan dan kebaikan-Nya, sehingga seorang diri Ia mampu mengadakan keajaiban-keajaiban besar--'seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar!'.

Hasilnya:



  1. Yesus seorang diri mati di kayu salib untuk menebus dan menyelamatkan manusia berdosa.
    Matius 27: 46-50
    27:46. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
    27:47. Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia."
    27:48. Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
    27:49. Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."
    27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

    'Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?'= Tuhan ditinggal seorang diri.

    Salah satu yang mengalami penebusan adalah perempuan yang kedapatan berzinah.
    Yohanes 8: 9-11
    8:9. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
    8:10. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
    8:11. Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

    Yesus seorang diri menyelamatkan perempuan yang tertangkap basah berzinah.
    Artinya: semua dosa diampuni oleh Yesus, kecuali dosa tidak percaya atau dosa yang tidak diakui.

    Mazmur 107: 1-5
    107:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    107:2. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,
    107:3. yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.
    107:4. Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;
    107:5. mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka.

    'dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan'= manusia dari empat penjuru bumi diselamatkan oleh kayu salib.
    Tuhan menebus dan menyelamatkan manusia berdosa karena kemurahan dan kebaikan-Nya.

    Bukti kita ditebus, dilepaskan dari dosa, dan diselamatkan:



    • Tidak berbuat dosa lagi.

    • Hidup dalam kebenaran.

    • Tidak mengembara= tergembala dengan benar dan baik, sehingga letih lesu, beban berat, dan susah payah ditanggung oleh Tuhan, dan kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.
      Di dalam penggembalaan, kemurahan dan kebaikan Tuhan yang bekerja.

      Tuhan juga memelihara kita sampai berkelimpahan, artinya selalu mengucap syukur dan menjadi berkat bagi orang lain.
      Secara rohani, kita disucikan terus menerus dan diangkat menjadi imam dan raja, sampai nanti kita tidak bercacat cela; sempurna seperti Yesus.



  2. Yesus seorang diri sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa menaikkan doa penyembahan untuk menolong pelayan Tuhan yang hampir bahkan sudah tenggelam.
    Matius 14: 22-23, 28-32
    14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
    14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
    14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Hampir tenggelam artinya jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa; merosot secara jasmani dan rohani; gagal total, kalau dibiarkan akan binasa.
    Petrus jatuh dalam dosa bimbang.

    Mengapa hampir tenggelam? Karena bimbang saat menghadapi angin dan gelombang.
    Hati-hati! Ketenggelaman bukan karena besar kecilnya gelombang, tetapi hati bimbang.:



    • bimbang terhadap pribadi Tuhan karena ajaran-ajaran palsu.

    • Bimbang terhadap kuasa Tuhan karena gelombang pencobaan yang mustahil.



    Akhirnya, Petrus kembali pada mezbah, yaitu bertobat--tidak bimbang lagi--dan menyembah; sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan. Dan Tuhan mengulurkan tangan kemurahan dan kebaikan-Nya untuk mengangkat Petrus dari ketenggelaman.
    Artinya:



    • Kejatuhan dalam dosa diangkat menjadi hidup benar dan suci.

    • Secara jasmani dan rohani semua dipulihkan. Kita kembali setia berkobar dalam ibadah pelayanan.

    • Gagal menjadi berhasil dan indah pada waktunya.

    • Dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.



  3. Yesus seorang diri mampu mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Dia.
    Filipi 3: 20-21
    3:20. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
    3:21. yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

    Markus 7: 32-35, 37
    7:32. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
    7:33. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
    7:34. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
    7:35. Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
    7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "
    Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Yesus seorang diri mengubahkan orang tuli dan bisu.
    Secara rohani, tuli artinya tidak mendengar dan dengar-dengaran pada firman.
    Bisu artinya tidak bisa berkata dengan benar; tidak ada nilai rohani.

    Kalau bisu dan tuli, pintu-pintu akan tertutup. Benar-benar hidupnya dalam masalah sampai mengalami penyakit ayan secara rohani. Artinya: krisis moral, berbuat dosa dan puncaknya dosa, penyakit jasmani yang mustahil disembuhkan.

    Tetapi Yesus seorang diri mampu mengubahkan orang yang bisu dan tuil menjadi baik.
    Artinya: mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, jujur, dan taat. Kita menjadi rumah doa. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan kemurahan dan kebaikan-Nya bagi kita, sehingga mujizat terjadi.

    Pintu-pintu akan terbuka bagi kita semua. Semua jadi baik; semua masalah selesai pada waktunya; hancur jadi baik.

    Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Pintu Firdaus dan Yerusalem baru terbuka. Kita masuk kerajaan sorga selamanya.


Biar kita hidup dalam kemurahan dan kebaikan Tuhan. Ini adalah kunci Daud. Ia mampu menebus, menolong, menggembalakan, dan mengubahkan kita.

Tuhan memberkati.