Ibadah Raya Malang, 28 November 2021 (Minggu Pagi)
[reload halaman ini - auto reload 5 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14:6-13 berjudul pemberitaan tentang penghakiman/ penghukuman Tuhan. 

Wahyu 14:10-11
14:10 maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.
14:11 Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."


Penghukuman Tuhan sampai pada lautan api dan belerang, yaitusiksaan dan kematian kedua di Neraka selama-lamanya. Siapa yang tidak mengalami penghakiman dan penghukuman Tuhan?

  1. Wahyu 14:12
    14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

    Pelayan Tuhan yang mengalami peningkatan rohani dari iman, pengharapan, dan kasih, sampai pada kesempurnaan. Kehidupan ini akan mencapai tahta Allah, siang dan malam beribadah kepada Tuhan.

  2. Wahyu 14:13
    14:13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

    Orang-orang yang mati di dalam Tuhan Yesus.

Ad 2. 
Siapa orang-orang yang mati di dalam Yesus? Mereka adalah orang yang selama hidupnya - hidup di dalam Yesus, sehingga saat mereka mati - mereka mati di dalam Yesus. Mati atau hidup tidak penting, tetapi yang penting adalah selama hidup - kita hidup di dalam Yesus.

Praktek sehari-hari hamba Tuhan yang hidup di dalam Yesus:

  1. Orang yang selama hidupnya tidak berbuat dosa lagi = mengalami kelepasan dari dosa = hidup dalam kebenaran.

    1 Yohanes 3:6

    3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

    Kenyataannya, semua manusia telah berbuat dosa sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Bagaimana supaya mereka lepas dari dosa dan hidup dalam kebenaran?
    > Kita harus mengaku dosa pada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya, dan setelah diampuni jangan berbuat dosa lagi sekalipun ada kesempatan, ancaman, keuntungan, kedudukan, dsb. Jangan mengulangi dosa!
    > Kita harus menyimpan firman Tuhan di dalam hati kita.

    Mazmur 119:11
    119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

    Yakobus 1:19-21
    1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
    1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
    1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.


    Proses menyimpan firman Tuhan dalam hati kita

    - Proses 1: Kita harus cepat untuk mendengar firman Allah.
    Cepat mendengar firman Allah artinya jangan lambat untuk mendengar firman. Oleh pertolongan Roh Kudus kita bukan hanya mendengar firman penginjilan (susu), tetapi juga firman pengajaran yang benar (makanan keras). Penginjilan memang penting, tapi tidak cukup hanya susu saja untuk menumbuhkan kerohanian kita, kita harus melanjutkan ke makanan keras (firman pengajaran yang benar).

    Ibrani 5:11-12
    5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
    5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.


    Cepat untuk mendengar firman juga berarti kita memiliki kesungguhan untuk mendengar firman Tuhan, sehingga kita bisa mengerti. Oleh pertolongan Roh Kudus, kita memiliki gairah, kerinduan yang besar, dan kesungguhan saat mendengar firman, sampai kita bisa mengerti. Anak kecil sekalipun bisa dilatih untuk mendengar firman dengan sungguh-sungguh. Sepatah kata firman saja cukup untuk menolong kita. Bukti mengerti firman pengajaran: lambat untuk berkata-kata, artinya cepat untuk mengoreksi diri dan mengaku dosa, sementara lambat untuk menghakimi orang lain, lambat marah, sabar dan bisa mengampuni dosa orang lain.

    - Proses 2: Oleh pertolongan Roh Kudus, kita bisa menerima pekerjaan firman pengajaran yang keras dengan lemah lembut. Hati yang lemah lembut = hati yang bersih, sebab kita sudah membuang semua kotoran dosa. Dengan demikian, kita bisa percaya dan yakin pada firman pengajaran yang benar = kita percaya dan yakin pada pribadi Yesus. Saat kita percaya pada Yesus, firman pengajaran benar sudah menjadi iman di dalam hati, firman tertanam dan terukir dalam hati kita. Kita selalu ingat firman pengajaran benar = selalu ingat pribadi Yesus, selalu percaya Yesus, sehingga kita punya rem untuk tidak berbuat dosa lagi. Dengan demikian, selama hidup di dunia, kita bisa selalu hidup dalam kebenaran, kita berpegang teguh pada satu firman pengajaran benar (jangan mau disesatkan), dan kita tidak menyangkal Yesus.


  2. Orang yang selama hidupnya menuruti/ praktek/ taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.

    Yakobus 1:22
    1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

    Orang yang menipu diri sendiri adalah orang yang paling jahat. Kita harus menerima firman sampai menjadi pelaku firman. Penipu/ pendusta tidak hidup di dalam Yesus tapi di dalam setan (bapak pendusta). Mendengar firman tetapi tidak melakukan = iman tanpa perbuatan, iman yang mati, sama seperti setan. Akibatnya, mereka juga akan mati dan dibinasakan selamanya seperti setan.

    Oleh pertolongan Roh Kudus, kita berusaha untuk mendengar firman dengan sungguh-sungguh, mengerti, percaya dan yakin, sampai mempraktekkan (taat) firman pengajaran yang benar sekalipun sakit bagi daging. Hasilnya:

    > Firman pengajaran benar menjadi pelita bagi kaki kita = firman menyucikan perjalanan hidup kita supaya tidak tersandung ataupun terjerat pada dosa-dosa yang di depan kita.

    Mazmur 119:105a
    119:105a Firman-Mu itu pelita bagi kakiku 

    1 Petrus 1:22a
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, 

    Bukan cuma kaki/ perjalanan hidup, tetapi seluruh hidup kita juga akan disucikan oleh firman. Penyucian seluruh hidup dimulai dari penyucian hati kita, yaitu sumber dosa, sandungan terbesar dalam hidup kita. Sumber dosa adalah hati yang mengandung keinginan najis dan jahat, serta termasuk di dalam keinginan najis adalah kepahitan/ kebencian (dalam Wahyu dituliskan: segala burung yang najis dan yang dibenci). Keinginan najis = kecemaran dunia yang mengarah pada dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (percabulan antar laki-laki dan perempuan yang bukan suami-istri sah, percabulan pada diri sendiri, nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, dsb.).

    Wahyu 18:2
    18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Kalau ada kenajisan pasti ada kebencian dan kepahitan, bahkan kebencian tanpa alasan. Jika ada kenajisan, lalu ditegur, pasti muncul kebencian. Mereka yang najis dan pahit hidup di luar Tuhan. Keinginan jahat berkaitan dengan cinta akan uang, yang membuat pelayan Tuhan menyimpang dari iman, menjadi kikir dan serakah, menyembah berhala dan Antikris. Mereka hidup di luar Tuhan dan menuju kebinasaan.

    Sebaliknya, kalau kenajisan dan kejahatan sudah dipotong/ disucikan oleh firman pengajaran benar, hati dan seluruh perjalanan hidup kita disucikan, maka kita bisa memiliki kasih dalam hati kita. Hidup dalam kesucian = kita hidup dalam Yesus.

    1 Petrus 1:22

    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Keluaran 29:1
    29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Hidup dalam kesucian = kita diangkat menjadi imam dan raja, yang beribadah dan melayani Tuhan sesuai jabatan dan karunia yang Tuhan berikan pada kita. Saat ini, selama pandemi, pelayanan kita ditingkatkan, tidak berhenti, yaitu kita semua melayani sebagai tim doa. Kita berdoa terutama untuk pekerjaan Tuhan (pembukaan firman). Menjadi tim doa adalah pelayanan yang tidak dilihat orang lain tetapi dilihat langsung oleh Tuhan sendiri.

    Selanjutnya, dalam kesucian kita juga bisa mengasihi sesama dengan tulus ikhlas. Kita bisa saling memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan. Sekalipun pandemi, kita bisa mengunjungi lewat komunikasi via telepon, dsb., sebab kuasa dan hadirat Tuhan tidak terbatas oleh apapun. Kita mengasihi Tuhan lebih dari apapun, dibuktikan dari yang terkecil, kita bisa mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus, kita bisa memberi untuk pelayanan.

    Yakobus 1:27
    1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

    Ibadah dan pelayanan yang berkenan pada Tuhan adalah ibadah dan pelayanan yang ditandai dengan ketaatan pada firman pengajaran benar, kesucian, serta kasih pada Tuhan dan sesama. Sekalipun ibadah dan pelayanan kita dinilai kecil dan tak berarti di hadapan sesama, tetapi semuanya berharga di mata Tuhan. Selama hidup, kita beribadah dan melayani Tuhan. Sebaliknya, pelayanan tanpa kasih, sekalipun kelihatan hebat, akan dicela dan ditolak Tuhan.

    > Firman pengajaran benar menentukan arah masa depan kita, masa depan yang baik, berhasil dan indah, sampai Kota Terang (Yerusalem baru). Jika kita beribadah dan melayani Tuhan dalam kesucian dan ketaatan, maka Tuhan pasti menuntun hidup kita.

    Mazmur 119:105b
    119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.


  3. Orang yang selama hidupnya hidup seperti Yesus hidup.

    1 Yohanes 2:6
    2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

    Kalau kita mau hidup seperti Yesus hidup, kita harus melihat keajaiban firman Tuhan yang sanggup mengubahkan/ membarui hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Pembaruan hidup adalah mujizat terbesar yang tidak bisa ditiru ataupun dipalsukan oleh setan. Kalau mujizat terbesar terjadi, apalagi mujizat lainnya - pasti juga akan terjadi.

    Mazmur 119:18
    119:18 Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

    Yakobus 1:26
    1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

    Bilangan 23:19
    23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

    Kita bisa melihat wujud nyata firman. Keajaiban firman mengerjakan pembaruan lidah/ mulut kita, sehingga tidak ada lagi dusta, kita bisa tulus dan jujur. Yesus tidak berdusta. Jika kita hidup seperti Yesus, berarti kita juga jujur, ya untuk ya dan tidak untuk tidak. Kita hidup dalam kebenaran. Menentang kebenaran = tidak jujur. Kita harus jujur dalam segala hal. Kalau kita sudah bisa jujur dalam segala hal, maka posisi kita menjadi seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan. Kita menangis, berseru dan berserah, menyembah hanya kepada Yesus. Kita menjadi rumah doa.

    Yesaya 49:14-16
    49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    Kalau kita hidup dalam Yesus, (1) berpegang pada firman pengajaran benar (hidup dalam kebenaran), (2) beribadah dan melayani Tuhan (hidup dalam kesucian), serta (3) hidup seperti Yesus (jujur), maka kita seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan. Kita tidak perlu takut sebab Tuhan selalu memperhatikan dan bergumul bersama kita. Hasilnya:

    > Kita diukir di tangan Tuhan = kita hidup dalam pelukan tangan Tuhan. Tuhan yang menanggung segala letih lesu, beban berat, dan susah payah dalam hidup kita. Kita merasa enak dan ringan, damai sejahtera. Dalam pelukan Tuhan, kita merasakan kehangatan kasih Tuhan, tidak pernah takut. Kita merasakan kebahagiaan Sorga. Di dalam pelukan tangan Tuhan juga berarti kita tidak bisa direbut oleh siapapun. Artinya: kita selalu menang atas setan, kita bisa hidup benar dan suci. Kita bergumul sampai selesai. Semua masalah yang mustahil akan diselesaikan oleh Tuhan tepat pada waktunya. Semua air mata digantikan dengan senyuman dan tawa bahagia.

    Yohanes 10:28 

    10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    > Kita mendapat pelukan tangan Tuhan = perlindungan dan pemeliharaan Tuhan pada kita yang kecil di tengah kesulitan dunia, bahkan kita disingkirkan dari Antikris. Kita dipelihara dengan firman dan perjamuan suci selama 3,5 tahun di padang gurun penyingkiran, jauh dari Antikris.

    > Kita dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Yesaya 49:17-18
    49:17 Orang-orang yang membangun engkau datang bersegera, tetapi orang-orang yang merombak dan merusak engkau meninggalkan engkau.
    49:18 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua berhimpun datang kepadamu. Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, sungguh, mereka semua akan kaupakai sebagai perhiasan, dan mereka akan kaulilitkan, seperti yang dilakukan pengantin perempuan.


    Kita dipakai Tuhan = kita sedang dihiasi secara jasmani dan rohani. Secara jasmani, semua semakin indah. Secara rohani, kita semakin diubahkan sampai sempurna sebagai mempelai wanita Tuhan. Kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai dan kita bersama Dia selamanya di Sorga.

Kalau orang yang selama hidupnya - hidup dalam Yesus (iman, ibadah, keubahan hidup), maka jika dia diizinkan meninggal dunia, maka dia disebut sebagai orang yang mati di dalam Yesus. Mengapa mereka disebutkan berbahagia? Menjadi bayi dalam gendongan tangan Tuhan saja, kita sudah berbahagia. Seperti bayi dalam gendongan tangan ibunya, sudah bahagia, namun masih bisa merasakan panas. Namun, jika mati dalam Tuhan, posisi kita sama seperti bayi yang tidur (beristirahat) dalam pelukan dan gendongan tangan Tuhan, tidak ada lagi letih lesu dan beban berat. Saat Yesus datang kedua kali, kehidupan yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, sedangkan yang tinggal hidup dalam Tuhan juga akan diubahkan dalam sekejap mata untuk menerima tubuh kemuliaan.

1 Korintus 15:51-52
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Mereka yang tinggal hidup dalam Tuhan, ataupun meninggal dalam Tuhan, keduanya akan disatukan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai. 

Tuhan memberkati.