Ibadah Raya Malang, 21 September 2025 (Minggu Pagi)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 22:20-21 22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini,
berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! 22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian!
Amin.
Wahyu 22:18-21 adalah peringatan ketujuh kepada gereja Tuhan supaya selalu siap sedia untuk menanti dan menyambut
kedatangan Yesus kedua kali, dikaitkan dengan dua hal:
- [ayat 18-19] Peringatan untuk tidak menambah dan
mengurang (merubah) firman = kembali ke Alkitab.
- [ayat 21] Peringatan untuk selalu hidup dalam kasih
karunia Tuhan.
Persiapan untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali harus
sungguh-sungguh, sebab kalau ketinggalan saat Tuhan datang, semua yang sudah diperoleh
di dunia menjadi sia-sia, binasa selamanya.
Perjamuan kawin Anak Domba ditunjukkan oleh satu alat dalam Tabernakel, yaitu Tabut
Perjanjian, yang terdiri dari:
- Tutup pendamaian dengan dua kerub yang terbuat
dari emas murni, menunjuk Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.
- Petinya / tabutnya dari kayu penaga, tapi
disalut emas murni luar dalam, sehingga tidak kelihatan kayunya lagi, menunjuk gereja Tuhan yang
sempurna seperti Yesus = mempelai wanita Sorga yang sempurna seperti Yesus.
Yohanes 14:1-3 14:1 ”Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 14:2 Di
rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat
bagimu. 14:3 Dan
apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu,
Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat
di mana Aku berada, kamu pun berada.
Yesus naik ke Sorga untuk menyediakan tempat di Sorga bagi
kita = kesiapan Yesus untuk datang kedua kali kali.
Yohanes 14:4-10,22-23 14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” 14:5 Kata Tomas kepada-Nya: ”Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” 14:6 Kata
Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”14:8 Kata Filipus kepada-Nya: ”Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” 14:9 Kata
Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah
melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami. 14:10 Tidak
percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa
yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan
pekerjaan-Nya. 14:22 Yudas,
yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: ”Tuhan, apakah sebabnya maka
Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” 14:23 Jawab
Yesus: ”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan
Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam
bersama-sama dengan dia.
Persiapan kita adalah mempersiapkan tempat bagi Yesus yang datang kedua
kali sebagai Kepala di bumi ini. Tempat
bagi Kepala adalah tubuh-Nya, yaitu tubuh Kristus yang sempurna.
Manusia darah daging harus disalut (disucikan dan diubahkan) dari manusia daging menjadi manusia rohani, sama mulia dengan Yesus.
Ada 3 murid = manusia daging berdosa yang harus disalut emas
murni (firman, Roh Kudus, dan kasih Allah), sehingga menjadi sempurna seperti Yesus:
- Tomas -> perjalanan hidupnya harus
disalut = iman.
- Filipus -> mata / penglihatannya harus
disalut = pengharapan.
- Yudas, saudara Yesus -> hatinya harus
disalut = kasih.
ad. 2. Filipus. Yohanes 14:8-10 14:8 Kata Filipus kepada-Nya: ”Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” 14:9 Kata
Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah
melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami. 14:10 Tidak
percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa
yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan
pekerjaan-Nya.
Mata/ pandangan harus disalut Roh Kudus, sehingga memiliki
pandangan rohani, bisa memandang Yesus yang akan datang kedua kali.
Matius 6:22-23 6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
Mata gelap pasti menuju kegelapan paling gelap =
pandangan daging.
Kalau mata baik/ terang, pasti menuju kota terang, yaitu
Yerusalem Baru.
1 Yohanes 3:2-3 3:2 Saudara-saudaraku
yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata
apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus
menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan
melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Kalau mata baik = mata yang disalut / diurapi Roh Kudus, maka kita bisa
melihat Yesus yang datang kedua kali di awan-awan permai, sehingga kita bisa
sempurna seperti Yesus, untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, sampai Yerusalem Baru.
Empat kali Filipus melihat Yesus:
- Yohanes 1:43-46
1:43 Pada
keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia
bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku!” 1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. 1:45 Filipus
bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: ”Kami telah menemukan
Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu
Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” 1:46 Kata Natanael kepadanya: ”Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
Filipus melihat Yesus
sebagai anak Yusuf dari Nazaret = Yesus sebagai anak tukang kayu = tidak ada
arti, tidak perlu dibicarakan.
Matius 1:20-21 1:20 Tetapi
ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya
dalam mimpi dan berkata: ”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut
mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya
adalah dari Roh Kudus. 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
Mata Filipus disalut Roh Kudus menjadi pandangan rohani, sehingga
melihat Yesus anak Yusuf, sebagai Juruselamat.
Apa pun yang kita lakukan di dunia, kita harus menggunakan pandangan rohani.
Jika pandangan kita disalut Roh Kudus, sehingga memiliki pandangan
rohani, kita bisa melihat Yesus sebagai Juru Selamat. Maka kita pasti
diselamatkan.
Kisah Rasul 2:36-40 2:36 Jadi
seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat
Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” 2:37 Ketika
mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka
bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: ”Apakah yang harus
kami perbuat, saudara-saudara?” 2:38 Jawab
Petrus kepada mereka: ”Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing
memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan
dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 2:39 Sebab
bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih
jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” 2:40 Dan
dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang
sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: ”Berilah
dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”
Tanda keselamatan:
- Tahu dengan pasti = yakin, percaya pada
Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.
- Bertobat = stop dosa, mati terhadap dosa.
- Baptisan air yang benar.
- Baptisan Roh Kudus
Sehingga kita hidup dalam kebenaran, kita hidup dalam
ketulusan (jujur sampai dalam hati ) = ada merpati dalam kita.
Harga keselamatan adalah kebenaran dan ketulusan. Jika tidak tulus, hidup kita menjadi seperti ular, bengkok seperti
ular.
Gembala yang tidak benar dan tidak tulus = ular.
- Yohanes 6:7
6:7 Jawab
Filipus kepada-Nya: ”Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup
untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”
Pandangan daging Filipus adalah
hanya berharap pada uang, hanya berharap pada kekuatan sendiri (kepandaian,
logika). Sekalipun Filipus sudah melihat, berhadapan langsung dengan Yesus, tapi
tidak bisa memandang Yesus, melainkan hanya memandang uang. Maka Filipus tidak bisa
tergembala, dan tidak bisa dipakai dalam kegerakan besar.
Oleh sebab itu, pandangan kita harus disalut Roh Kudus, sehingga
memiliki pandangan rohani, sehingga bisa melihat Yesus sebagai Gembala Agung.
Praktiknya adalah menghadapi tantangan apapun, kita tetap bisa
tergembala dengan benar dan baik.
Siapa yang harus tergembala? Setiap orang yang mau masuk dalam tubuh Kristus, yang mau menjadi mempelai wanita Sorga.
Suami harus tergembala dengan mantap, sehingga cepat atau lambat istri dan anak-anak juga akan mantap dalam penggembalaan. Maka hidup kita
terpelihara dari pemecahan roti (pembukaan rahasia firman).
Contoh: rasul Yohanes yang menangis untuk pembukaan firman di Pulau Patmos.
Ulangan 8:2-3
Ubahlah tangisan kita untuk bisa mengerti pembukaan FA !!!
Jk. Tuhan mengijinkan kita menghadapi suasana padang gurun (
kesulitan, kematian, kemustahilan ), maksudnya supaya kita mengerti bahwa kita
hidup dari firman pengajaran yang benar dan praktik FA. Bukan hidup dari yang lain !!
Bgs. kafir tanpa pembukaan FA seperti perempuan Kanaan yang
anaknya kerasukan setan, artinya: sangat menderita, nikah dan buah nikah
hancur, harga dirinya hanya seperti anjing yang menjilat muntah dan babi mandi
kembali ke kubangan. Kalau dilanjutkan, akan binasa selamanya.
Setelah perempuan Kanaan merendahkan diri, bagaikan anjing
menjilat remah2 roti, mendengar dan dengar-dengaran pada pembukaan FA, maka ia
diangkat menjadi dombanya Tuhan, terpelihara, bahagia, sampai hidup kekal.
- John 12 : 20 - 24 -> pandangan daging
Filipus adalah bgs. kafir tidak boleh beribadah melayani Tuhan.
Kalau pandangan Filipus disalut Roh Kudus, sehingga bisa melihat
Yesus sebagai Imam Besar dengan percikan darah. Maka bgs. kafir bisa beribadah
melayani Tuhan.
Hebr.
9 : 14
Imam Besar dengan percikan darah melayani ibadah bgs. kafir.
Kalau ibadah bgs. kafir ditandai percikan darah, maka pasti
dilayani Yesus, Imam Besar.
Hasil ibadah dengan tanda percikan darah Yesus:
a. Hebr. 2 : 17 - 18 -> kita alami pelayanan
pendamaian oleh Darah Yesus.
Artinya: sgl. dosa disucikan, dihapus oleh Darah Yesus.
Caranya: kita mengaku dosa oleh dorongan firman pengajaran yang benar, pada
Tuhan dan sesama, jk. diampuni, tidak berbuat dosa lg.. Kita didamaikan denganTuhan
dan sesama. Maka Yesus, IB segera dapat menolong kita. Ada kuasa Yesus yang tidak
terbatas dan tidak tersembunyi bg. kita.
b. Ex. 32 : 30 - 33 -> tangan IB bukan hanya
menghapus dosa kita, menolong kita, tapi tangan-Nya menuliskan nama kita dalam
Kitab Kehidupan.
Waspada !!! Jangan main2 dengan dosa !!! Barangsiapa tetap
mempertahankan dosa dan puncak dosa, PASTI namanya dihapus dari dalam Kitab
Kehidupan !!!
Jd., upah tertinggi dalam pelayanan yang disertai percikan
darah adalah sampai nama kita tertulis dalam Kitab Kehidupan.
Buktinya: hati damai sejahtera, enak dan ringan.
- Yohanes 14:8-10
14:8 Kata Filipus kepada-Nya: ”Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” 14:9 Kata
Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah
melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami. 14:10 Tidak
percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa
yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan
pekerjaan-Nya.
Pandangan daging
Filipus adalah tidak bisa melihat Bapa.
Setelah disalut Roh Kudus, Filipus bisa melihat / memandang TYK dalam
1 pribadi, yaitu Yesus sebagai MPS.
Jd., pandangan rohani adalah memandang Yesus sebagai MPS =
puncak pandangan rohani.
Hubungan Kepala dan tubuh yang paling erat adalah leher.
Kita banyak dan gemar menyembah Tuhan ( = rumah doa ).
Salah satu tabiat MWT adalah tulus / jujur.
Istri yang tulus / jujur bisa berguna bagi suami.
Kita menyembah Tuhan dengan ketulusan hati = bayi yang
menangis pada Tuhan, mohon belas kasihan Tuhan.
Rev.
22 : 20 - 21
Ex.
2 : 6
Hasilnya:
ay. 10 -> tangan-Nya mengangkat kita dari ketenggelaman /
kemerosotan / keterpurukan, Tuhan memulihkan dan meningkatkan kita.
Tuhan angkat dari kejatuhan dosa2 dan puncak dosa, bisa
hidup benar dan suci.
diangkat menjadi anak raja = tangan-Nya mengangkat kita menjadi
imam dan raja, dipakai dalam pelayanan PTK, diberi masa depan indah.
Jude 1 : 9 -> diangkat ke Sorga = kita disucikan dan
diubahkan, sampai sempurna seperti Yesus, layak menyambut kedatangan Yesus kedua
kali.
I
Cor. 2 : 9
Tuhan memberkati.
|