Ibadah Raya Malang, 19 Juni 2022 (Minggu Pagi)
[reload halaman ini - auto reload 10 menit]

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 16:8-9
16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

Penumpahan cawan murka Allah yang keempat atas matahari sehingga matahari berubah menjadi api yang menghanguskan manusia di dunia. Tetapi manusia tetap tidak bertobat bahkan menghujat Tuhan sehingga harus masuk api yang menghanguskan di neraka selamanya.

Oleh sebab itu, kita harus menggunakan perpanjangan sabar Tuhan (Tuhan belum datang kedua kali dan kita masih diberi panjang umur) terutama untuk bertobat, stop dosa, hidup benar dan suci, sampai sempurna seperti Yesus, sampai hidup kekal selamanya.

Ada 5 hal yang dihukum oleh api yang menghanguskan:
  1. Dosa-dosa sampai puncak dosa seperti yang terjadi di Sodom dan Gomora.
  2. Imam-imam/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang melayani dengan api asing.
  3. Orang-orang yang rakus, bangsa bajingan.
  4. Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang meninggalkan ibadah pelayanan yang benar kepada Tuhan.
  5. Orang-orang yang suka menindas.

ad. 5. Orang-orang yang suka menindas.
2 Tesalonika 1:6-7
1:6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
1:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

2 Tesalonika 1:8-10
1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
1:9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
1:10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.

Siapa yang suka menindas?
  • Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tidak mau mengenal/ mengasihi Tuhan, berarti tidak mengasihi sesama = tanpa kasih.
  • Orang-orang yang tidak taat pada firman Allah.

Ketidaktaatan melanda orang-orang yang memiliki tanda kesulungan.
Hak sulung = hak untuk menikah (menjadi mempelai wanita Sorga), hak waris (mewarisi kerajaan Sorga).
  1. Zaman permulaan/ zaman Allah Bapa, dari Adam sampai Abraham, kurang lebih 2000 tahun.
    Diwakili oleh Adam, manusia pertama (sulung), tidak taat, makan buah yang dilarang Tuhan.

    Kejadian 3:9-10,12
    3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
    3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
    3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

    Ketidaktaatan Adam mengakibatkan:
    • Penindasan dalam rumah tangga: suami tidak mengasihi istri, istri tidak tunduk pada suami, anak tidak taat pada orang tua.

    • Telanjang dan takut.
      Takut bertemu Tuhan = takut mendengar firman pengajaran benar.
      Takut akan kehidupan sehari-hari, sampai takut akan masa depan. Tidak tenang, berat hidupnya.

      Matius 6:31-32,34
      6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      Jika kuatir bertambah, maka tidak taat bertambah, tambah tidak tenang, hidup dalam suasana kutukan, letih lesu, beban berat, susah payah.

    • Takut menghadapi kedatangan Yesus kedua kali.
      Wahyu 6:15-17
      6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
      6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
      6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

      Ini sama dengan ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, dan binasa bersama dunia.

  2. Zaman pertengahan/ zaman Anak Allah, dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali.
    Diwakili oleh Saul, raja pertama (sulung).

    1 Samuel 9:3-5
    9:3 Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."
    9:4 Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.
    9:5 Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, berkatalah Saul kepada bujangnya yang bersama-sama dengan dia: "Mari, kita pulang. Nanti ayahku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai kita."

    Sebelum Saul menjadi raja, dia adalah orang yang baik, taat. Namun setelah menjadi raja = punya kedudukan rohani (menjadi imam dan raja), punya kedudukan jasmani (diberkati kedudukan, kepandaian, kekayaan, kehebatan), Saul menjadi tidak taat dengar-dengaran.

    Dua kali Saul tidak taat:
    • Pada saat terdesak/ terjepit.
      1 Samuel 13:10-13
      13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
      13:11 Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
      13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
      13:13 Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

      Saul tidak taat karena mengikuti pikiran/ logika daging yang seringkali kelihatan logis/ cocok/ benar tetapi tidak sesuai firman.

      b.     Saat menang/ diberkati.

      1 Samuel 15:14-16
      15:14 Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
      15:15 Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
      15:16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."


      Saul tidak taat karena mengikuti maksud hati yang kelihatan baik tetapi tidak sesuai firman.

    Saat terjepit harus menjaga pikiran, saat diberkati harus menjaga hati, supaya hati pikiran tetap suci sehingga bisa selalu taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Salah satunya lewat doa puasa.

    Matius 6:17
    6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

    Tanda doa puasa yang benar:

    ·       Cuci muka = hati disucikan oleh firman.

    ·       Minyaki kepala = pikiran disucikan oleh Roh Kudus.

    Jadi doa puasa yang benar memberi kesempatan seluas-luasanya kepada firman Allah dalam urapan Roh Kudus untuk menyucikan hati dan pikiran sehingga kita bisa taat dengar-dengaran.

    1 Samuel 19:23-24
    19:23 Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada dia pun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama.
    19:24 Ia pun menanggalkan pakaiannya, dan ia pun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: "Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?"

    Saul mengikuti roh daging sampai telanjang sehingga tidak taat dengar-dengaran pada firman, yang mengakibatkan kebencian/ penindasan sampai kebencian tanpa alasan. Praktiknya:

    ·       Saul membenci Daud yang sudah menyelamatkan Saul dan Israel dari Goliat.

    1 Samuel 18:8-9,11
    18:8 Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya."
    18:9 Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
    18:11 Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.

    ·       Saul membenci Yonatan à kebencian dalam nikah.

    1 Samuel 20:30
    20:30 Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonatan, katanya kepadanya: "Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu?

    ·       Saul menumpas imam-imam.

    1 Samuel 22:18-19
    22:18 Lalu berkatalah raja kepada Doëg: "Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doëg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
    22:19 Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

    ·       Menyembah berhala

    1 Tawarikh 10:13-14

    13 Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,

    14 dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.

    Sama dengan menyembah antikris, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan.

  3. Zaman akhir/ Allah Roh Kudus, dihitung dari kedatangan Yesus pertama sampai kedatangan Yesus kedua kali.
    Yohanes 21:3

    Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

    Diwakili oleh Petrus, gambaran hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang sulung, yang pertama kali dipanggil menjadi murid. Petrus tidak taat, dari penjala manusia kembali menjadi penjala ikan.

    Akibatnya:

    a.     menindas, membuat orang lain susah.

    Yohanes 18:10

    Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.

    Petrus menindas dan menyakiti orang lain sehingga tidak bisa mendengar firman pengajaran benar.

    b.     Telanjang (dipermalukan), tidak menangkap apa-apa.

    Yohanes 21:3, 7

    3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

    7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

    Tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa berbuah apa-apa.

    Yohanes 15:5-6

    5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

    6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

    Seperti ranting kering: kering rohani, bisa dideteksi dari perkataan yang kering: dusta, gosip, fitnah. Hanya untuk dibakar dengan api menghanguskan sampai di neraka.

    Jalan keluarnya:

    1)    Yesus harus taat sampai mati di kayu salib untuk mengalahkan setan tritunggal, sumber ketidaktaatan dan melepaskan kita dari roh tidak taat.

    Filipi 2:8-10

    8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    2)    Yesus menggembalakan Petrus lewat memberikan 3 kali pertanyaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

    Yohanes 21:15-19

    15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

    16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

    17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Kita bisa makan firman penggembalaan, makanan rohani yang diulang-ulang.

    Maka firman penggembalaan menyucikan tubuh, jiwa, roh kita dari suara asing yang tidak sesuai dengan Alkitab, dari suara daging yang bertentangan dengan firman. Mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Dalam penggembalaan kita bertumbuh sampai dewasa rohani. Sampai rela berkorban apa pun untuk Tuhan = mengulurkan tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan ulurkan tangan belas kasihNya kepada kita. Kita hidup dalam tangan Gembala Agung. Hasilnya:

    a.     Tangan Gembala Agung sanggup meninggikan/ mengangkat kita pada waktunya.

    1 Petrus 5:5-6

    5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

    6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Kita dipakai untuk memuliakan Tuhan [Yohanes 21:19].

    Roma 9:23

    justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

    Menjadi bejana kemuliaan, hidup dari tangan belas kasih Tuhan.

    Contoh: 5 roti 2 ikan untuk 5.000 orang.

    Urusan kita hanya taat dengar-dengaran untuk melayani, memuliakan Tuhan. Maka urusan makan minum, kebutuhan hidup sehari-hari, masa depan adalah urusan Tuhan. Tuhan sanggup melindungi, memelihara secara jasmani di tengah krisis dunia. Secara rohani, kita mengalami kepuasan Surga, mengucap syukur, sehingga tidak mencari kepuasan dunia atau kepuasan dunia tidak perlu dimasukkan ke gereja.

    Yang mustahil menjadi tidak mustahil, tangan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah mustahil.

    Kita hanya taat, sabar, dan menyerah sepenuh kepada Tuhan.

    b.     Tangan belas kasih Tuhan mampu memberi masa depan berhasil indah pada waktunya.

    Pengkhotbah 3:11

    Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    Sampai kita disucikan, diubahkan menjadi sempurna, mempelai wanita Surga, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai.



Tuhan memberkati.